Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal Melalui Wawasan Prajurit



          TRIBUNUS.CO.ID -  Surabaya, Bahaya laten komunis atau yang biasa dikenal dengan sebutan Balatkom dan paham radikal, seakan menjadi ancaman tersendiri bagi keutuhan bangsa dan negara.
            Tak hanya diwaspadai, bahaya ancaman tersebut juga menjadi pantauan tersendiri bagi prajurit TNI, khususnya Angkatan Darat.
            Dalam mengantisipasi dan mewaspadai ancaman bahaya tersebut, seluruh personel TNI mulai dibekali beberapa kemampuan khusus, terlebih dalam hal peningkatakan wawasan yang kemudian akan disosialisasikan ke masyarakat di masing-masing wilayah tugas personel.
            Seperti yang berlangsung saat ini di Aula Makorem 084/Bhaskara Jaya. Dipimpin langsung oleh Letkol Arm Sugeng. Dirinya seakan tak gencar untuk terus meningkatkan wawasan yang harus dimiliki oleh seluruh personel Teritorial di wilayah tugasnya.
            “Neo Komunisme atau paham radikal kiri, sudah jelas dilarang keras di Indonesia,” kata Kepala Seksi Teritorial Korem 084/Bhaskara Jaya ini. Senin, 30 Oktober 2017 siang di Aula Makorem.
           Ditambahkannya, sosialisasi yang dilakukannya saat ini, dinilai sangat penting dalam mengantisipasi, maupun mempersempit timbulnya gerakan balatkom dan paham radikal yang terjadi di masyarakat.
            “Beberapa cara penting untuk dilakukan dalam menangkal bahaya itu, terutama dengan cara meningkatkan keamana dan ketakwaan, meningkatkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat, serta mewaspadai upaya-upaya penyusupan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu,” tegasnya.
            Selain dihadiri oleh Danrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Kav M. Zulkifli, berlangsungnya sosialiasi tersebut juga dihadiri oleh seluruh pejabat teras Korem dan aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Korem 084/BJ.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.