Header Ads

Rusia Plus ASEAN: Tutup Semua Pintu Pulang Teroris

Menlu Rusia dan negara-negara ASEAN berkumpul di Manila. Dalam kesempatan ini, mereka melayangkan protesnya dengan suara lantang dan tegas dan menjelaskan bahwa mereka akan menentang pemulangan para teroris ke negaranya masing-masing.
“Teroris dengan segala macam dan jenisnya adalah ancaman utama stabilitas internasional” yakin mereka.
Sergey Lavrov, Menlu Rusia, mengadakan perundingan dengan Menlu 10 negara ASEAN di Manila, Filipina, dan mereka menekankan bersama akan kerjasama anti-teroris.
Dalam situs kesekertariatan ASEAN dijelaskan bahwa setiap aksi teroris, apapun tujuannya, di manapun, kapanpun dan siapapun pelakunya tidak berkaitan dengan agama, kebangsaan, peradaban dan generasi manapun.
Menlu Rusia dan ASEAN menekankan bahwa teroris harus dibersihkan sesuai dengan peraturan PBB dan mengkalim bahwa menjalankan resolusi, salah satunya resolusi Dewan Keamanan, adalah sebuah kebutuhan “Kita tegaskan bahwa PBB harus melanjutkan perannya sebagai titik temu dalam segala aspek kerjasama anti-teroris oleh banyak pihak. Dan lebih berusaha untuk menghancurkan teroris dalam koridor peraturan PBB dan resolusi DK”.
Para Menlu juga menjelaskan bahwa ancaman-ancaman teroris yang dikeluarkan oleh ISIS merupakan ancaman dan masalah utama bagi peradaban, perdamaian internasional, keamanan dan pemerintahan negara.
Lavrov berserta semua Menlu negara-negara ASEAN mengumumkan bahwa mereka siap untuk lebih mencurahkan jerih payahnya untuk memandulkan dan memerangi ancaman bersama ini. Mereka juga menyatakan kesiapannya untuk menghadang perkembangan ekstremisme dan propaganda teroris melalui internet dan media sosial lainnya untuk tujuan teroris.
Tak hanya pengiriman dan perengkutan yang menjadi fokus protes mereka, tapi mereka juga tidak setuju jika teroris asing kembali atau pulang ke negaranya masing-masing, karena mereka merupakan ancaman bagi negaranya sendiri.
Mereka saling menegaskan bahwa ASEAN akan terus menguatkan kerjasamanya dengan Rusia dalam urusan teroris internasional. Berdasarkan ini, Rusia bersedia mengirimkan tim untuk memberikan kursus menumbuhkan potensi para aparat penegak hukum ASEAN.
Berdasarkan hal ini, Vladimir Putin, Presiden Rusia, menunjuk Alexander Ivanov sebagai wakil permanen Rusia untuk ASEAN di Jakarta, untuk perkembangan kerjasama ini.
Di akhir, Menlu Rusia, Sergey Lavrov, menunjukkan rasa puas dan sukanya atas hubungan kerjasama Rusia-ASEAN.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.